Kajian Fikih Praktis (KFP) 29 Oktober 2009

Kajian I (Definisi Fikih)

Fikih mempunyai dua arti :
Etimologi.
adalah Faham (al-Fahmu). Artinya kalimat Fiqh berarti al-Fahmu. Maka, jika seorang melontarkan kalimat faqiha-yafqahu, arti yang dimaksud adalah fahima-yafhamu yang berarti “Faham”. Jadi segala bentuk pemahaman seseorang terhadap sesuatu bisa disebut juga dengan fikih menurut kaca mata linguistik. Sekedar contoh lihat dalam (Q.S. an-Nisa :78, Q.S. al-Isra: 44, Shahih Muslim : 869)


Terminologi
adalah mengetahui hukum-hukum Syari’at yang bersifat praktis hasil olah fikir para mujtahid terhadap teks-teks normatif (al-Quran dan as-Sunnah serta bangunan yang lahir dari keduanya, seperti Ijma dan Ijtihad dll).
Contoh : pertama : hukum niat dalam wudlu adalah wajib. Kewajiban niat dalam rangkaian wudlu ini berdasar pada sabda Rasul Saw yang berbunyi “Innama al-a’mâl bi al-niyyat”. (H.R. Bukhari :1, Muslim : 1907). Kedua, melafalkan niat pada malam hari di bulan ram,adan merupakan syarat sah puasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasul “ Man lam yubayyit al-shiyam qabla al-fajri fala shiyama lahu”. (H.R al-Baihaqi :4/202)
Pengetahuan kita atas hukum wajib niat dalam contoh pertama dan hukum niat dimalam hari sebagai syarat sah puasa yang berdasar pada al-quran maupun hadis ini disebut dengan fikih secara terminologi/ istilah.




Kairo, 29 November 2009

Komentar :

ada 1
taris mengatakan...
pada hari 

Thank's sob atas informasinya mengenai ilmu fikih :)

Poskan Komentar

 
Home | Gallery |Posts RSS | Comments RSS

Copyright © 2009 ESES Foundation |Designed by Templatemo |Converted to blogger by BloggerThemes.Net

Usage Rights

DesignBlog BloggerTheme comes under a Creative Commons License.This template is free of charge to create a personal blog.You can make changes to the templates to suit your needs.But You must keep the footer links Intact.